Budaya Megalitikum Sumatera Selatan

Minggu, 12 November 2017
Posted by Unknown


Budaya Megalitikum Sumatera Selatan
Selama ini, Pagaralam memang telah dikenal dengan peninggalan zaman megalitikum. Hal ini terbukti dengan penemuan arca-arca yang tersebar di Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, seperti Karangindah, Tinggiari Gumai, Tanjungsirih, Padang Gumay, Pagaralam, Tebatsementur (Tanjungtebat), Tanjung Menang-Tengahpadang, Tanjungtebat, Pematang, Ayik Dingin, Tanjungberingin, Geramat Mulak Ulu, Tebingtinggi-Lubukbuntak, Nanding, Batugajah (Kutaghaye Lame), Pulaupanggung (Sekendal), Gunungmigang, Tegurwangi, dan Airpur.

Batu Gajah
Penemuan yang paling menarik adalah megalitik yang dinamakan Batugajah, yakni sebongkah batu berbentuk telur, berukuran panjang 2,17 m, dan dipahat pada seluruh permukaannya. Batu dipahat dalam wujud seekor gajah yang sedang melahirkan seekor binatang antara gajah dan babi-rusa, sedangkan pada kedua belah sisinya dipahatkan dua orang laki-laki. Temuan batu gajah dapat membatu usaha penentuan umur secara relatif dengan gambar nekara itu sebagai petunjuk yang kuat. Dari petunjuk-petunjuk di atas, para ahli berkesimpulan bahwa budaya megalitik di Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, berlangsung pada masa perundagian. Pada masa ini, teknik pembuatan benda logam mulai berkembang.

Sebuah nekara juga dipahatkan pada arca dari Airpuar. Arca ini melukiskan dua orang prajurit yang berhadap-hadapan, seorang memegang tali yang diikatkan pada hidung kerbau, dan orang yang satunya memegang tanduknya. Kepala serigala (anjing) tampak di bawah nekara perunggu tersebut

Arca Batu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifK5FWACHtII1SAYRMTS2pB4_ffqGGyi90JGz_jMWLNT9tyZ8xXuP92W3yx0IeFWPSpDqAl_nwshAdlj89_qxTGjFg86S1Jtf-tvkwcQrZPL-Z1Av9DVAnWsO6WnrDQHXHoFh1frBtFeg/s320/8.png
Arca/patung-patung dari batu yang berbentuk binatang atau manusia. Bentuk binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau dan moyet. Sedangkan bentuk arca manusia yang ditemukan bersifat dinamis. Arca batu gajah adalah patung besar dengan gambaran seseorang yang sedang menunggang binatang yang diburu. Arca tersebut ditemukan di daerah Pasemah (Sumatera Selatan). Daerah-daerah lain sebagai tempat penemuan arca batu antara lain Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di Indonesia, beberapa etnik masih memiliki unsur-unsur megalitik yang dipertahankan hingga sekarang.
1.       Pasemah
https://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2013/01/pematang_omgeving_palembang.jpg?w=229
Pasemah merupakan wilayah dari Propinsi Sumatera Selatan, berada di kaki Gunung Dempo. Tinggalan-tinggalan megalitik di wilayah ini tersebar sebanyak 19 situs, berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh Budi Wiyana (1996), dari Balai Arkeologi Palembang.
Megalitik Pasemah adalah peninggalan tradisi budaya megalitik di daerah Pasemah (Sumatera Selatan). Megalitik di wilayah Pasemah muncul dengan bentuk yang unik, langka, dan mengandung unsur kemegahan serta keagungan yang terwujud dalam bentuk-bentuk yang sangat monumental. Simbol-simbol yang ingin disampaikan oleh pemahat erat kaitannya dengan pesan-pesan religius.
Budaya megalitik Pasemah mulai diteliti pertama kali dan ditulis oleh L. Ullmann dalam artikelnya Hindoe-belden in binnenlanden van Palembang yang dimuat oleh Indich Archief (1850). Dalam tulisan Ullmann tersebut H. Loffs menyimpulkan bahwa arca-arca tersebut merupakan peninggalan dari masa Hindu. namun pendapat ini ditentang oleh Van der Hoop pada tahun 1932, ia menyatakan bahwa peninggalan tersebut dari masa yang lebih tua. Setelah penelitian Van der Hoop.
https://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2013/01/pasemah.jpg?w=300
Penampilan peninggalan budaya megalitik Pasemah sangat “sophiscated” dengan tampilnya pahatan-pahatan yang begitu maju, dan digambarkan alat-alat yang dibuat dari perunggu memberikan tanda bahwa megalitik Pasemah telah berkembang dalam arus globalisasi (pertukaran) budaya yang pesat. Alat-alat perunggu yang dipahat adalah nekara yang merupakan kebudayaan Dongson, Vietnam. Temuan peninggalan megalitik di pasemah begitu banyak variasinya, berdasarkan survei yang dilakukan peneliti Balai Arkeologi Palembang, Budi Wiyana telah menemukan 19 situs megalitik baik yang tersebar secara mengelompok maupun sendiri (1996).
Keadaan lingkungan wilayah Pasemah
Situs-situs megalitik dataran tinggi Pasemah meliputi daerah yang sangat luas mencapai 80 km². Situs-situs megalitik tersebar di dataran tinggi, puncak gunung, lereng, dan lembah. Situs Tinggihari, Situs Tanjungsirih, Situs Gunungkaya merupakan situs yang terletak di atas bukit, sementara Situs Belumai, Situs Tanjungarau dan Situs Tegurwangi merupakan situs-situs yang terletak di lembah. Dari hasil penelitian Fadlan S. Intan diketahui bahwa daerah Lahat dibagi atas tiga satuan morfologi (bentang alam), yaitu:
1. satuan morfologi pegunungan
Satuan morfologi pegunungan dengan puncak-puncaknya antara lain Gunung Dempo (3159 mdpl) dan pegunungan Dumai (1700 mdpl).  Satuan morfologi pegunungan merupakan tempat tersedianya bahan hasil letusan Gunung Dempo yang menyebarkan lahar dan lava serta batuan-batuan vulkanis.

2. satuan morfologi bergelombang
Satuan morfologi bergelombang ketinggian puncaknya mencapai 250 mdpl, lereng umumnya landai, dengan sungai berlembah dan berkelok-kelok.

3. satuan morfologi dataran
Satuan morfologi dataran dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.
Daerah Lahat dengan batuan-batuan beku andesitnya telah dipilih menjadi tempat pemukiman. Pemilihan ini tampaknya mempunyai pertimbangan-pertimbangan geografis dan tersedianya batuan untuk megalitik. Keadaan lingkungan di Pasemah merupakan daerah yang sangat subur yang memungkinkan penduduk di sana dapat membudidayakan tanaman.
2.       Dolmen dan Menhir
https://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2013/01/slide21.jpg?w=300
Tidak seberapa jauh dari batas kabupaten, memasuki kota Lahat, di Kecamatan Merapi Barat, terdapat suatu arca peninggalan megalitik, beserta dolmen dan menhir. Tinggalan megalitik ini berada di pelataran SMPN 2 Merapi Barat. Arca tersebut dikenal sebagai Batu Putri atau secara resmi seperti tertulis di plank: Arca Manusia Tanjungtelang. Dolmen yang juga terbuat dari lapisan batupasir berwarna kuning keputih-putihan, berbentuk seperti meja berukuran 1,5 x 1,5 m. Dolmen ini tergeletak berjarak 20 m dari tempat arca berdiri.
Kompleks peninggalan megalitik ini berada di sebelah utara dari sebuah sungai yang menjadi sungai utama di Lahat, yaitu Aek Lematang. Sungai ini di dataran Lahat mulai menunjukkan pola aliran berkelok-kelok atau bermeander, dengan teras-teras sungai di bantaran kanan dan kirinya. Ada dugaan, teras sungai ini sebagaimana teras-teras sungai besar di peradaban-peradaban kuno merupakan tempat yang paling layak menjadi lantai kehidupan masyarakat purbakala. Di Kabupaten Lahat, tinggalan arca megalitik yang tersebar sangat luas, cenderungan berada di sekitar Aek Lematang, walapun beberapa di antaranya terpisah sangat jauh di perbukitan yang mungkin mempunyai makna lain tersendiri.
Arca-arca megalitik ini umumnya menggambarkan raksasa bersama hewan-hewan seperti gajah, harimau, atau ular. Arca Batu Putri atau Manusia Tanjungtelang misalnya menggambarkan seorang raksasa dengan kepala yang tidak jelas, bahkan hampir seperti menggunakan helmet. Posisi kepalanya lurus, dengan tangan sedang memangku seekor gajah. Kesan masyarakat awam akan melihat seolah-olah arca ini belum selesai dipahat dan ditinggalkan begitu saja sebelum detailnya selesai. Ada kesan kemesraan yang tertangkap antara raksasa dan gajak di pangkuannya. Seolah-olah gajah itu adalah anak yang diasuhnya.
3.       Batu Macan

https://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2013/01/batumacan.jpg?w=300
Arca yang lain di antaranya apa yang disebut sebagai Batu Macan di Desa Pagaralam, Pagergunung. Arca ini menunjukkan seekor macan yang memeluk mesra dari belakang suatu figur yang kurang begitu jelas, apakah seekor macan yang lain, seekor kera besar, atau seorang raksasa. Adapun di Desa Muaradanau, di antara perkebunan karet, dijumpai arca batu seorang raksasa yang sedang duduk bersila dengan satu kaki tertekuk dipeluk lengannya yang memegang sesuatu yang mirip pisang. Raksasa ini menindih mahluk mirip manusia yang lebih kecil yang seperti ditikam di punggung dengan pisau yang dipegang tangan kirinya. Arca ini disebut sebagai Batu Buto.
Di Desa Gunungmegang, Kecamatan Jarai, masih di Kabupaten Lahat, berbatasan dengan Kota Pagaralam, beberapa tinggalan magalitiknya lebih bervariasi. Selain arca, dijumpai juga ruang-ruangan yang dindingnya tersusun dari batu, sehingga dikenal sebagai kubur batu atau bilik batu. Ahmad Rivai, warga Desa.





4.       Kubur batu Tanjung Aro
https://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2013/01/kubur-batu.jpg?w=300

Gunungmegang yang diangkat sebagai juru pelihara oleh Balai Pelestarian Peninggalan Prasejarah (BP3) Jambi mengatakan bahwa kubur-kubur batu dan arca-arca tersebar luas dan sangat banyak di kaki Gunung Dempo. Di Gunung Megang saja sedikitnya terdapat tiga situs yang menjadi tanggunungjawabnya, yaitu Kubur Batu Gunungmegang, Batu Putri, dan Batu Orang.
5.       Kubur Batu Pagaralam
https://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2013/01/situskuburbatu.jpg?w=300
Semua arca umumnya dipahat pada batupasir atau breksi volkanik, yaitu batu yang terbentuk secara sedimentasi dari hasil letusan gunung api. Batunya memang keras dan kompak. Tetapi dengan peralatan logam, bahkan batu lain yang dipipihkan atau dibuat runcing, jenis batu arca dapat mudah dikerjakan. Begitulah mengapa arca-arca ini dipilih dari bahan batu itu karena kemudahannya untuk dipahat dan diukir. Adapun kubur dan bilik batu, umumnya menggunakan batu-batu yang lebih keras seperti andesit. Pada umumnya, batu-batu untuk bangunan ini sedikit sekali mengalami rekayasa, keculai lubang kecil atau goresan-goresan dangkal.
Dempo sebagai kiblat. Menariknya, arah kubur batu dengan sangat tepat mengarah ke puncak Gunung Dempo. Hal yang sama terukur dari wajah Batu Orang yang seolah-olah tengadah mengamati puncak Gunung Dempo, sementara ia menindih seekor gajah yang belalainya ia cengkeram dengan kuat. Keganjilan ada di arca Batu Putri yang posisi kepalanya berada pada permukaan tanah, sehingga hampir seluruh badannya berada di bawah tanah. Arca Batu Putri seperti dalam posisi meringkuk dengan badan tertekuk membelakangi Gunung Dempo di arah barat daya, dan kepalanya berpaling ke arah utara.
https://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2013/01/slide4.jpg?w=300

            Arca lain di kaki Gunung Dempo disebut sebagai Batu Manusia Dililit Ular. Arca ini berada di tengah-tengah tegalan dan sawah yang sangat datar di Desa Tanjungaro, Pagaralam. Arca ini setinggi 1,5 m dengan diameter kira-kira 1 m, menggambarkan dua orang manusia yang sedang bergelut dan dililit ular. Anehnya ular-ular yang melilit mereka adalah kepanjangan lengan-lengan mereka sendiri. Di sini, arca ini tidak memiliki orientasi tertentu. Tetapi bersama-sama dengan batu besar lainnya, seluruhnya berjajar dalam satu orientasi yang lurus tepat ke puncak Gunung Dempo.

Sekali pada beberapa arca arah hadapnya berbeda, tetapi secara umum posisi hadap arca-arca ini hampir seluruhnya ke arah barat, atau lebih tepatnya lagi arah barat daya (selatan-barat). Sehingga mungkin kita dapat bertanya: mengapa arah barat daya? Wajah arca Manusia Tanjungtelang di Merapi Barat misalnya mengapa tidak dihadapkan ke timur arah Bukit Serelo yang berbentuk jempol yang bermorfologi cukup menonjol dan menarik perhatian, ada perkiraan bahwa semua arca megalitik tersebut dihadapkan ke barat daya karena mengarah ke Gunung Dempo (+ 3159 m). Gunung Dempo adalah satu-satunya gunung api aktif di Sumatera Selatan pada Pegunungan Bukit Barisan.
6.      Gunung Dempo
https://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2013/01/dempo.jpg?w=300

Dengan melihat hasil obsevasi ini, ada dugaan Gunung Dempo dijadikan kiblat bangunan suci masyarakat megalitik Besemah. Gunung, terutama gunung api aktif, di wilayah nusantara umumnya selalu menjadi tempat yang sakral atau disucikan. Gunung api yang berbentuk kerucut yang puncaknya menjulang tinggi menggapai langit, dipercaya sebagai tempat para dewa, atau bahkan perwujudan dari dewa itu sendiri. Sesembahan selalu diberikan pada kawah-kawah gunung api aktif. Misalnya pada masyarakat Hindu Bali. Hingga sekarang, orang-orang bali selalu menempatkan arah pura ke arah gunung besar utama.
Secara geologis, gunung api yang sedang tidak aktif memberi manfaat besar bagi masyarakat yang hidup di kaki-kakinya. Tanahnya umumnya subur karena limpahan dari letusan memberikan unsur-unsur kimia baru yang segar dari perut bumi. Selain itu, karena puncaknya yang tinggi, gunung api juga seolah-olah menjadi seperti magnet untuk awan-awan sehingga mendekat dan mencurahkan hujan di atasnya. Akibatnya, sumber daya air melimpah ruah dari badan gunung api. Mata air akan keluar di kaki-kakinya. Sungai-sungai berair bersih mengalir dari lereng-lerengnya. Udara gunung api juga nyaman dan sejuk.
https://ahmadsamantho.files.wordpress.com/2013/01/gunung-dempo.jpg?w=300
Tetapi ketika aktif, letusannya sangat mengerikan dan mengancam kehidupan. Ledakannya menggelegar luar biasa, menciutkan nyali para penghuni di bawahnya. Magma, berupa cairan batu pijar bersuhu sekitar 1000 derajat Celcius, ketika diletuskan menciptakan suatu fenomena kembang api yang sesungguhnya indah tapi mengerikan. Aliran magma yang kemudian merayapi lembah-lembah ke arah hilir sebagai aliran lava, masih bisa menghanguskan apa yang dilewatinya dengan suhu masih 700 derajat Celcius. Belum lagi aliran sangat cepat awan panas yang menrejang lereng masih bersuhu 500 derajat Celcius. Tidak akan ada yang dapat selamat dari gunung api yang sedang murka ini.
Dengan menggunakan analogi seperti itulah, masyarakat megalitik di Nusantara menjadikan gunung api menjadi sesuatu yang patut dihormati. Maka ada dugaan bahwa di Dataran Tinggi Besemah pembangun arca-arca dan bangunan-bangunan megalitik mengarahkannya ke Gunung Dempo, karena gunung api itu hingga sekarang masih aktif. Tanggal 25 September 2006, dari kawah aktifnya, Gunung Dempo meletus menghasilkan awan debu setinggi 1 km di atas puncaknya. Di antara ketenangan yang sangat lama, sekali-kali gunung api ini mengingatkan adanya kekuatan alam yang sangat luar biasa dan bisa membinasakan. Beribu-ribu tahun lalu, kondisi itulah yang mungkin dirasakan oleh masyarakat megalitik di sekitar Besemah saat Gunung Dempo kemungkinan lebih aktif daripada kondisi tenang sekarang ini.


My Experience

Minggu, 23 November 2014
Posted by Unknown
Kenalin nama gue Rizka Indah Pristania. Biasanya dipanggil Rizka, janggut dll. gue baru kelas 2 alhamdulillah jurusan IPA, masuk IPA 4 pula yang terkenal orangnya greget-greget dalam bidang akademik katanya guru-guru disekolahku. Hoby ku sih biasanya membaca atau ngegame. cita-cita ku sih gak jauh-jauh untuk mengabdi negara, ya pengen banget jadi POLWAN or POLRI. itu kemauan orang tua ku, akupun juga.Semoga tercapai Amiiiien ... .

berhubung cita-cita ku pengen bgt jadi pengabdi negara. maka dari itu aku punya banyak pengalaman tentang tantangan, pencinta alam juga.
seperti :
1. Ikut ekstra GECC, Pramuka, dan Saka Bhayangkara.
      Pengalaman ku ikut ekstra GECC itu mungkin pengen banget bisa fasih bahasa Inggris. dalam hal lain dikarenakan POLRI atau POLWAN itu juga butuh orang yang fasih dalam bahasa Inggris. dari hal itu gue mulai masuk ekstra English Club. setelah masuk aku belajar bahasa Inggris dan alhamdulillah dapat pengalaman dan nilai bahsa Inggris bagus. senang sekali rasanya. semoga dari kegiatan-kegiatan GECC seperti specch contest/ story telling yang baru-baru ini dilaksanakan dapat mengambil ilmu dan pelajaran pengalaman yang banyak dan bermanfaat.
     Pengalamanku ikut ekstra PRAMUKA dikarenakan pertama cuman ikut-ikut aja, pengen nyoba kehidupan menuju kemandirian. setelah ikut kegiatan terus menerus dan kegiatan itu menantang aku suka dan semakin suka dengan kegiatan itu seperti waktu pembantaraan. memang tak mudah berjalan menelusuri hutan dengan hanya membawa senter dan kompas. masuk menelusuri hutan tanpa ada orang yang membinbing. pertama awal sebelum berangkat ya sudah persiapan. dalam hutan waktu itu juga hujan untung gak ada anjing atau apa gitu. cuman ada sih ayam hutan yang suaranya aga merinding didengar. ada juga pengalamku dari kegiatan GELLANG 14/15 sekaresidenan Madiun. lomba ini yang ngikutin adek-adek penggalang. peserta diambil dari SMP/MTS sekaresidenan Madiun. Lomba ini menguras habis-habisan tentang Pramuka. dari hal ini saya tahu lebih jauh gimana indanhnya Pramuka itu. lebih banyak juga pengalaman PBB'nya. ada bnyak nsebenarnya pengalaman dari Pramuka tetapi aku ngglk mengkin menumpahkan semua keblog ini.
    Pengalaman ikut Saka Bhayangkara Polres Madiun. banyak banget pengalaman ku yang berasal dari saka ini. dari manja sekarang jadi mandiri, dari bergantung bgt sama ortu sekarang bisa ngerjain sendiri, dari ngalem menjadi orang tegas, dari pendiem jadi orang yang supel biasanya banyak ngomong, dari sakit-sakitan sekarang selalu menjadi orang yang sehat. dulu itu aku gak kuat Upacara, setiap upacara pasti sakit. tipsnya gampang kok, sebeleum upacara minum dulu, abis itu jika udh dilaksanaain upacar kok merasa agak pusing gerakkin aja jari-jari kaki sama jari tangan. pencet-pencet antar jari tangan pasti kuat kok. alhamdulillah berhasil. terus setiap minggu itu pasti sarapannya set (sit up, back up dan push up). dari hal itu dapat menurunkan BB. dulu waktu aku jadi junior udh biasa dikayakin gitu sampek perut ku udh sispek dan lumayan kurus. tapi setelah jadi senior gendut lagi deh gara-gara gak pernah di set'in. terus disaka itu setiap 3 bulan sekali kemah. dan kemah nya itu bukan kategori biasa-biasa saja tapi luar biasa. apa lagi kemah besar SAKA BHAYANGKARA terkenal beratnya. tapi jangan takut pasti bisa kok melewati semua hal itu asalkan jangan pernah jatuh ketika tersandung kerikil.
2. Ikut OSIS di SMP
3. Ikut LINTAS ALAM NAPAK TILAS SAKA WIRAKARTIKA ROUTE GERILYA JENDERAL SOEDIRMAN di Ponorogo (15km)
4. Ikut Olimpiade waktu SMP n SMA
5.Pengen bgt jadi PASKIBRA dan pengen punya pacar PASKIBRA juga
6. pernah jalan menuju ke TELAGA NGEBEL, jalan dari SENDANG LAWE sampai GEGER, pernah jalan 10 km waktu tempuh kostum saka.


banyak bgt pengalaman ku yang sudah kujalani. mungkin blog ini tidak bisa menampung semua my experience. sekian pengalaman dari ku. makasih udah mau membacanya. ini pengalaman ku mana pengalammu :) ???

Membedah Isi Pantun. Apa Sih Sebenarnya Pantun itu ??? ... dan isi di dalamnya itu apa ??? """





1.                Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat. Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik(atau empat baris bila dituliskan), bersajak ab-ab ataupun aa-aa. Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis. Secara struktur pantun terdiri dari sampiran dan isi.
Menurut Wikipedia : Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa).

2.                Struktur Pantun : Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan.

3.                Ciri-ciri Pantun :
1.         Berisi empat baris
2.         Masing-masing baris terdapat 8-12 suku kata
3.         Baris pertama dan kedua sampiran
4.         Baris ketiga empat berupa isi
5.         Bersajak a-b-a-b

4.                Ciri Bahasa Pantun :
1.      Setiap baris terdiri 8-12 suku kata
2.      Bersajak abab
3.      Isinya singkat, padat, dan bermakna

5.                Peran pantun

Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.
Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata.
Namun, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.
                Pantun bagi remaja yang disebut pantun orang muda/remaja ini adalah pantun untuk remaja baik laki-laki maupun perempuan yang dipakai untuk menyampaikan sesuatu, perkenalan dan lain-lain. Pada dasarnya pantun orang muda ini lebih digunakan untuk perkenalan dan untuk orang yang sudah menjalin hubungan.



6.                Jenis-Jenis Pantun : (beserta contohnya)

1.      Pantun Adat
Pohon nangka berbuah lebat
Bilalah masak harum juga
Berumpun pusaka berupa adat
Daerah berluhak alam beraja
     
                                Menanam kelapa di pulau Bukum
Tinggi sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah
2.      Pantun Agama

Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa

                                Asam kandis asam gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang
3.       Pantun Budi

Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa karena emas
Hilang budi karena miskin

Ayam jantan si ayam jalak
Jaguh siantan nama diberi
Rezeki tidak saya tolak
Musuh tidak saya cari
4.      Pantun Jenaka
Pantun Jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur orang yang mendengar, terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung, dan dengan pantun jenaka diharapkan suasana akan menjadi semakin riang.

Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak

jangan suka makan mentimun
karna banyak getahnya
hai kawan jangan melamun
melamun itu tak ada gunanya
5.      Pantun Kepahlawanan
Pantun kepahlawanan adalah pantun yang isinya berhubungan dengan semangat kepahlawanan

 Hang Jebat Hang Kesturi
Budak-budak raja Melaka
Jika hendak jangan dicuri
Mari kita bertentang mata

Kalau orang menjaring ungka
Rebung seiris akan pengukusnya
Kalau arang tercorong kemuka
Ujung keris akan penghapusnya
6.      Pantun Kias

Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam di gunung ikan di laut
Dalam belanga bertemu juga

Berburu ke padang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi
7.      Pantun Nasihat

Parang ditetak ke batang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu




Padang temu padang baiduri
Tempat raja membangun kota
Bijak bertemu dengan jauhari
Bagaikan cincin dengan permata
8.      Pantun Percintaan

Jangan suka bermain tali
Kalau tak ingin terikat olehnya
Putus cinta jangan disesali
Pasti kan datang cinta yang lainnya

Coba-coba menanam mumbang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba-coba bertanam sayang
Moga-moga menjadi cinta
9.      Pantun Peribahasa

Ke hulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian

Kerat kerat kayu di ladang
Hendak dibuat hulu cangkul
Berapa berat mata memandang
Barat lagi bahu memikul
10.  Pantun Perpisahan

Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang
Bolehlah kita bertemu lagi
11.  Pantun teka-teki

Tugal padi jangan bertangguh
Kunyit kebun siapa galinya
Kalau tuan cerdik sungguh
Langit tergantung mana talinya?

Beras ladang sulung tahun
Malam malam memasak nasi
Dalam batang ada daun
Dalam daun ada isi

Terima Kasih Atas Kunjungannya. jgn lupa tinggalkan komen anda .. MAKASIH :) ...

Welcome to My Blog

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © Rizka New's Inspiration -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -