Budaya
Megalitikum Sumatera Selatan
Selama ini, Pagaralam memang telah dikenal dengan
peninggalan zaman megalitikum. Hal ini terbukti dengan penemuan arca-arca yang
tersebar di Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, seperti Karangindah, Tinggiari
Gumai, Tanjungsirih, Padang Gumay, Pagaralam, Tebatsementur (Tanjungtebat),
Tanjung Menang-Tengahpadang, Tanjungtebat, Pematang, Ayik Dingin, Tanjungberingin,
Geramat Mulak Ulu, Tebingtinggi-Lubukbuntak, Nanding, Batugajah (Kutaghaye
Lame), Pulaupanggung (Sekendal), Gunungmigang, Tegurwangi, dan Airpur.
Batu Gajah
Penemuan yang paling menarik adalah megalitik yang
dinamakan Batugajah, yakni sebongkah batu berbentuk telur, berukuran panjang
2,17 m, dan dipahat pada seluruh permukaannya. Batu dipahat dalam wujud seekor
gajah yang sedang melahirkan seekor binatang antara gajah dan babi-rusa,
sedangkan pada kedua belah sisinya dipahatkan dua orang laki-laki. Temuan batu
gajah dapat membatu usaha penentuan umur secara relatif dengan gambar nekara itu
sebagai petunjuk yang kuat. Dari petunjuk-petunjuk di atas, para ahli
berkesimpulan bahwa budaya megalitik di Sumatera Selatan, khususnya di
Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam, berlangsung pada masa perundagian. Pada masa ini, teknik pembuatan benda logam mulai
berkembang.
Sebuah nekara juga dipahatkan pada arca dari Airpuar.
Arca ini melukiskan dua orang prajurit yang berhadap-hadapan, seorang memegang
tali yang diikatkan pada hidung kerbau, dan orang yang satunya memegang
tanduknya. Kepala serigala (anjing) tampak di bawah nekara perunggu tersebut

Arca Batu
Arca/patung-patung dari batu yang berbentuk binatang
atau manusia. Bentuk binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau
dan moyet. Sedangkan bentuk arca manusia yang ditemukan bersifat dinamis. Arca
batu gajah adalah patung besar dengan gambaran seseorang yang sedang menunggang
binatang yang diburu. Arca tersebut ditemukan di daerah Pasemah (Sumatera
Selatan). Daerah-daerah lain sebagai tempat penemuan arca batu antara lain
Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di Indonesia, beberapa etnik masih
memiliki unsur-unsur megalitik yang dipertahankan hingga sekarang.
1. Pasemah

Pasemah
merupakan wilayah dari Propinsi Sumatera Selatan, berada di kaki Gunung Dempo.
Tinggalan-tinggalan megalitik di wilayah ini tersebar sebanyak 19 situs,
berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh Budi Wiyana (1996), dari Balai
Arkeologi Palembang.
Megalitik
Pasemah adalah peninggalan tradisi budaya megalitik di daerah Pasemah (Sumatera
Selatan). Megalitik di wilayah Pasemah muncul dengan bentuk yang unik, langka,
dan mengandung unsur kemegahan serta keagungan yang terwujud dalam
bentuk-bentuk yang sangat monumental. Simbol-simbol yang ingin disampaikan oleh
pemahat erat kaitannya dengan pesan-pesan religius.
Budaya megalitik Pasemah mulai
diteliti pertama kali dan ditulis oleh L. Ullmann dalam artikelnya
Hindoe-belden in binnenlanden van Palembang yang dimuat oleh Indich Archief
(1850). Dalam tulisan Ullmann tersebut H. Loffs menyimpulkan bahwa arca-arca
tersebut merupakan peninggalan dari masa Hindu. namun pendapat ini ditentang
oleh Van der Hoop pada tahun 1932, ia menyatakan bahwa peninggalan tersebut
dari masa yang lebih tua. Setelah penelitian Van der Hoop.

Penampilan peninggalan budaya
megalitik Pasemah sangat “sophiscated” dengan tampilnya pahatan-pahatan yang
begitu maju, dan digambarkan alat-alat yang dibuat dari perunggu memberikan
tanda bahwa megalitik Pasemah telah berkembang dalam arus globalisasi
(pertukaran) budaya yang pesat. Alat-alat perunggu yang dipahat adalah nekara
yang merupakan kebudayaan Dongson, Vietnam. Temuan peninggalan megalitik di
pasemah begitu banyak variasinya, berdasarkan survei yang dilakukan peneliti
Balai Arkeologi Palembang, Budi Wiyana telah menemukan 19 situs megalitik baik
yang tersebar secara mengelompok maupun sendiri (1996).
Keadaan lingkungan
wilayah Pasemah
Situs-situs
megalitik dataran tinggi Pasemah meliputi daerah yang sangat luas mencapai 80
km². Situs-situs megalitik tersebar di dataran tinggi, puncak gunung, lereng,
dan lembah. Situs Tinggihari, Situs Tanjungsirih, Situs Gunungkaya merupakan
situs yang terletak di atas bukit, sementara Situs Belumai, Situs Tanjungarau
dan Situs Tegurwangi merupakan situs-situs yang terletak di lembah. Dari hasil
penelitian Fadlan S. Intan diketahui bahwa daerah Lahat dibagi atas tiga satuan
morfologi (bentang alam), yaitu:
1. satuan
morfologi pegunungan
Satuan
morfologi pegunungan dengan puncak-puncaknya antara lain Gunung Dempo (3159
mdpl) dan pegunungan Dumai (1700 mdpl). Satuan
morfologi pegunungan merupakan tempat tersedianya bahan hasil letusan Gunung
Dempo yang menyebarkan lahar dan lava serta batuan-batuan vulkanis.
2. satuan morfologi bergelombang
Satuan
morfologi bergelombang ketinggian puncaknya mencapai 250 mdpl, lereng umumnya
landai, dengan sungai berlembah dan berkelok-kelok.
3. satuan morfologi dataran
Satuan
morfologi dataran dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.
Daerah Lahat
dengan batuan-batuan beku andesitnya telah dipilih menjadi tempat pemukiman.
Pemilihan ini tampaknya mempunyai pertimbangan-pertimbangan geografis dan
tersedianya batuan untuk megalitik. Keadaan lingkungan di Pasemah merupakan
daerah yang sangat subur yang memungkinkan penduduk di sana dapat
membudidayakan tanaman.
2. Dolmen dan Menhir

Tidak seberapa
jauh dari batas kabupaten, memasuki kota Lahat, di Kecamatan Merapi Barat,
terdapat suatu arca peninggalan megalitik, beserta dolmen dan menhir. Tinggalan
megalitik ini berada di pelataran SMPN 2 Merapi Barat. Arca tersebut dikenal
sebagai Batu Putri atau secara resmi seperti tertulis di plank: Arca Manusia Tanjungtelang. Dolmen yang
juga terbuat dari lapisan batupasir berwarna kuning keputih-putihan, berbentuk
seperti meja berukuran 1,5 x 1,5 m. Dolmen ini tergeletak berjarak 20 m dari
tempat arca berdiri.
Kompleks
peninggalan megalitik ini berada di sebelah utara dari sebuah sungai yang
menjadi sungai utama di Lahat, yaitu Aek Lematang. Sungai ini di dataran Lahat
mulai menunjukkan pola aliran berkelok-kelok atau bermeander, dengan
teras-teras sungai di bantaran kanan dan kirinya. Ada dugaan, teras sungai ini sebagaimana
teras-teras sungai besar di peradaban-peradaban kuno merupakan tempat yang
paling layak menjadi lantai kehidupan masyarakat purbakala. Di Kabupaten Lahat,
tinggalan arca megalitik yang tersebar sangat luas, cenderungan berada di
sekitar Aek Lematang, walapun beberapa di antaranya terpisah sangat jauh di
perbukitan yang mungkin mempunyai makna lain tersendiri.
Arca-arca
megalitik ini umumnya menggambarkan raksasa bersama hewan-hewan seperti gajah,
harimau, atau ular. Arca Batu Putri atau Manusia Tanjungtelang misalnya
menggambarkan seorang raksasa dengan kepala yang tidak jelas, bahkan hampir
seperti menggunakan helmet. Posisi kepalanya lurus, dengan tangan sedang
memangku seekor gajah. Kesan masyarakat awam akan melihat seolah-olah arca ini
belum selesai dipahat dan ditinggalkan begitu saja sebelum detailnya selesai.
Ada kesan kemesraan yang tertangkap antara raksasa dan gajak di pangkuannya.
Seolah-olah gajah itu adalah anak yang diasuhnya.
3. Batu Macan

Arca yang lain di
antaranya apa yang disebut sebagai Batu Macan di Desa Pagaralam, Pagergunung.
Arca ini menunjukkan seekor macan yang memeluk mesra dari belakang suatu figur
yang kurang begitu jelas, apakah seekor macan yang lain, seekor kera besar,
atau seorang raksasa. Adapun di Desa Muaradanau, di antara perkebunan karet,
dijumpai arca batu seorang raksasa yang sedang duduk bersila dengan satu kaki
tertekuk dipeluk lengannya yang memegang sesuatu yang mirip pisang. Raksasa ini
menindih mahluk mirip manusia yang lebih kecil yang seperti ditikam di punggung
dengan pisau yang dipegang tangan kirinya. Arca ini disebut sebagai Batu Buto.
Di Desa
Gunungmegang, Kecamatan Jarai, masih di Kabupaten Lahat, berbatasan dengan Kota
Pagaralam, beberapa tinggalan magalitiknya lebih bervariasi. Selain arca,
dijumpai juga ruang-ruangan yang dindingnya tersusun dari batu, sehingga
dikenal sebagai kubur batu atau bilik batu. Ahmad Rivai, warga Desa.
|
4.
Kubur
batu Tanjung Aro
|

Gunungmegang yang
diangkat sebagai juru pelihara oleh Balai Pelestarian Peninggalan Prasejarah
(BP3) Jambi mengatakan bahwa kubur-kubur batu dan arca-arca tersebar luas dan
sangat banyak di kaki Gunung Dempo. Di Gunung Megang saja sedikitnya terdapat
tiga situs yang menjadi tanggunungjawabnya, yaitu Kubur Batu Gunungmegang, Batu
Putri, dan Batu Orang.
|
5. Kubur Batu Pagaralam
|
![]() |
Semua
arca umumnya dipahat pada batupasir atau breksi volkanik, yaitu batu yang terbentuk
secara sedimentasi dari hasil letusan gunung api. Batunya memang keras dan
kompak. Tetapi dengan peralatan logam, bahkan batu lain yang dipipihkan atau
dibuat runcing, jenis batu arca dapat mudah dikerjakan. Begitulah mengapa
arca-arca ini dipilih dari bahan batu itu karena kemudahannya untuk dipahat dan
diukir. Adapun kubur dan bilik batu, umumnya menggunakan batu-batu yang lebih
keras seperti andesit. Pada umumnya, batu-batu untuk bangunan ini sedikit
sekali mengalami rekayasa, keculai lubang kecil atau goresan-goresan dangkal.
Dempo
sebagai kiblat. Menariknya, arah kubur batu dengan sangat tepat mengarah ke
puncak Gunung Dempo. Hal yang sama terukur dari wajah Batu Orang yang
seolah-olah tengadah mengamati puncak Gunung Dempo, sementara ia menindih seekor
gajah yang belalainya ia cengkeram dengan kuat. Keganjilan ada di arca Batu
Putri yang posisi kepalanya berada pada permukaan tanah, sehingga hampir
seluruh badannya berada di bawah tanah. Arca Batu Putri seperti dalam posisi
meringkuk dengan badan tertekuk membelakangi Gunung Dempo di arah barat daya,
dan kepalanya berpaling ke arah utara.

Arca lain di kaki Gunung Dempo disebut sebagai Batu Manusia Dililit Ular. Arca ini berada di tengah-tengah tegalan dan sawah yang sangat datar di Desa Tanjungaro, Pagaralam. Arca ini setinggi 1,5 m dengan diameter kira-kira 1 m, menggambarkan dua orang manusia yang sedang bergelut dan dililit ular. Anehnya ular-ular yang melilit mereka adalah kepanjangan lengan-lengan mereka sendiri. Di sini, arca ini tidak memiliki orientasi tertentu. Tetapi bersama-sama dengan batu besar lainnya, seluruhnya berjajar dalam satu orientasi yang lurus tepat ke puncak Gunung Dempo.
Sekali
pada beberapa arca arah hadapnya berbeda, tetapi secara umum posisi hadap
arca-arca ini hampir seluruhnya ke arah barat, atau lebih tepatnya lagi arah
barat daya (selatan-barat). Sehingga mungkin kita dapat bertanya: mengapa arah
barat daya? Wajah arca Manusia Tanjungtelang di Merapi Barat misalnya mengapa
tidak dihadapkan ke timur arah Bukit Serelo yang berbentuk jempol yang
bermorfologi cukup menonjol dan menarik perhatian, ada perkiraan bahwa semua
arca megalitik tersebut dihadapkan ke barat daya karena mengarah ke Gunung
Dempo (+ 3159 m). Gunung Dempo adalah satu-satunya gunung api aktif di Sumatera
Selatan pada Pegunungan Bukit Barisan.
|
6. Gunung
Dempo
|

Dengan
melihat hasil obsevasi ini, ada dugaan Gunung Dempo dijadikan kiblat bangunan
suci masyarakat megalitik Besemah. Gunung, terutama gunung api aktif, di
wilayah nusantara umumnya selalu menjadi tempat yang sakral atau disucikan.
Gunung api yang berbentuk kerucut yang puncaknya menjulang tinggi menggapai
langit, dipercaya sebagai tempat para dewa, atau bahkan perwujudan dari dewa
itu sendiri. Sesembahan selalu diberikan pada kawah-kawah gunung api aktif.
Misalnya pada masyarakat Hindu Bali. Hingga sekarang, orang-orang bali selalu
menempatkan arah pura ke arah gunung besar utama.
Secara
geologis, gunung api yang sedang tidak aktif memberi manfaat besar bagi
masyarakat yang hidup di kaki-kakinya. Tanahnya umumnya subur karena limpahan
dari letusan memberikan unsur-unsur kimia baru yang segar dari perut bumi.
Selain itu, karena puncaknya yang tinggi, gunung api juga seolah-olah menjadi
seperti magnet untuk awan-awan sehingga mendekat dan mencurahkan hujan di
atasnya. Akibatnya, sumber daya air melimpah ruah dari badan gunung api. Mata
air akan keluar di kaki-kakinya. Sungai-sungai berair bersih mengalir dari
lereng-lerengnya. Udara gunung api juga nyaman dan sejuk.

Tetapi
ketika aktif, letusannya sangat mengerikan dan mengancam kehidupan. Ledakannya
menggelegar luar biasa, menciutkan nyali para penghuni di bawahnya. Magma,
berupa cairan batu pijar bersuhu sekitar 1000 derajat Celcius, ketika
diletuskan menciptakan suatu fenomena kembang api yang sesungguhnya indah tapi
mengerikan. Aliran magma yang kemudian merayapi lembah-lembah ke arah hilir
sebagai aliran lava, masih bisa menghanguskan apa yang dilewatinya dengan suhu
masih 700 derajat Celcius. Belum lagi aliran sangat cepat awan panas yang
menrejang lereng masih bersuhu 500 derajat Celcius. Tidak akan ada yang dapat
selamat dari gunung api yang sedang murka ini.
Dengan
menggunakan analogi seperti itulah, masyarakat megalitik di Nusantara
menjadikan gunung api menjadi sesuatu yang patut dihormati. Maka ada dugaan
bahwa di Dataran Tinggi Besemah pembangun arca-arca dan bangunan-bangunan
megalitik mengarahkannya ke Gunung Dempo, karena gunung api itu hingga sekarang
masih aktif. Tanggal 25 September 2006, dari kawah aktifnya, Gunung Dempo
meletus menghasilkan awan debu setinggi 1 km di atas puncaknya. Di antara
ketenangan yang sangat lama, sekali-kali gunung api ini mengingatkan adanya
kekuatan alam yang sangat luar biasa dan bisa membinasakan. Beribu-ribu tahun
lalu, kondisi itulah yang mungkin dirasakan oleh masyarakat megalitik di
sekitar Besemah saat Gunung Dempo kemungkinan lebih aktif daripada kondisi tenang
sekarang ini.
Kenalin nama gue Rizka Indah Pristania. Biasanya dipanggil Rizka, janggut dll. gue baru kelas 2 alhamdulillah jurusan IPA, masuk IPA 4 pula yang terkenal orangnya greget-greget dalam bidang akademik katanya guru-guru disekolahku. Hoby ku sih biasanya membaca atau ngegame. cita-cita ku sih gak jauh-jauh untuk mengabdi negara, ya pengen banget jadi POLWAN or POLRI. itu kemauan orang tua ku, akupun juga.Semoga tercapai Amiiiien ... .
berhubung cita-cita ku pengen bgt jadi pengabdi negara. maka dari itu aku punya banyak pengalaman tentang tantangan, pencinta alam juga.
seperti :
1. Ikut ekstra GECC, Pramuka, dan Saka Bhayangkara.
Pengalaman ku ikut ekstra GECC itu mungkin pengen banget bisa fasih bahasa Inggris. dalam hal lain dikarenakan POLRI atau POLWAN itu juga butuh orang yang fasih dalam bahasa Inggris. dari hal itu gue mulai masuk ekstra English Club. setelah masuk aku belajar bahasa Inggris dan alhamdulillah dapat pengalaman dan nilai bahsa Inggris bagus. senang sekali rasanya. semoga dari kegiatan-kegiatan GECC seperti specch contest/ story telling yang baru-baru ini dilaksanakan dapat mengambil ilmu dan pelajaran pengalaman yang banyak dan bermanfaat.
Pengalamanku ikut ekstra PRAMUKA dikarenakan pertama cuman ikut-ikut aja, pengen nyoba kehidupan menuju kemandirian. setelah ikut kegiatan terus menerus dan kegiatan itu menantang aku suka dan semakin suka dengan kegiatan itu seperti waktu pembantaraan. memang tak mudah berjalan menelusuri hutan dengan hanya membawa senter dan kompas. masuk menelusuri hutan tanpa ada orang yang membinbing. pertama awal sebelum berangkat ya sudah persiapan. dalam hutan waktu itu juga hujan untung gak ada anjing atau apa gitu. cuman ada sih ayam hutan yang suaranya aga merinding didengar. ada juga pengalamku dari kegiatan GELLANG 14/15 sekaresidenan Madiun. lomba ini yang ngikutin adek-adek penggalang. peserta diambil dari SMP/MTS sekaresidenan Madiun. Lomba ini menguras habis-habisan tentang Pramuka. dari hal ini saya tahu lebih jauh gimana indanhnya Pramuka itu. lebih banyak juga pengalaman PBB'nya. ada bnyak nsebenarnya pengalaman dari Pramuka tetapi aku ngglk mengkin menumpahkan semua keblog ini.
Pengalaman ikut Saka Bhayangkara Polres Madiun. banyak banget pengalaman ku yang berasal dari saka ini. dari manja sekarang jadi mandiri, dari bergantung bgt sama ortu sekarang bisa ngerjain sendiri, dari ngalem menjadi orang tegas, dari pendiem jadi orang yang supel biasanya banyak ngomong, dari sakit-sakitan sekarang selalu menjadi orang yang sehat. dulu itu aku gak kuat Upacara, setiap upacara pasti sakit. tipsnya gampang kok, sebeleum upacara minum dulu, abis itu jika udh dilaksanaain upacar kok merasa agak pusing gerakkin aja jari-jari kaki sama jari tangan. pencet-pencet antar jari tangan pasti kuat kok. alhamdulillah berhasil. terus setiap minggu itu pasti sarapannya set (sit up, back up dan push up). dari hal itu dapat menurunkan BB. dulu waktu aku jadi junior udh biasa dikayakin gitu sampek perut ku udh sispek dan lumayan kurus. tapi setelah jadi senior gendut lagi deh gara-gara gak pernah di set'in. terus disaka itu setiap 3 bulan sekali kemah. dan kemah nya itu bukan kategori biasa-biasa saja tapi luar biasa. apa lagi kemah besar SAKA BHAYANGKARA terkenal beratnya. tapi jangan takut pasti bisa kok melewati semua hal itu asalkan jangan pernah jatuh ketika tersandung kerikil.
2. Ikut OSIS di SMP
3. Ikut LINTAS ALAM NAPAK TILAS SAKA WIRAKARTIKA ROUTE GERILYA JENDERAL SOEDIRMAN di Ponorogo (15km)
4. Ikut Olimpiade waktu SMP n SMA
5.Pengen bgt jadi PASKIBRA dan pengen punya pacar PASKIBRA juga
6. pernah jalan menuju ke TELAGA NGEBEL, jalan dari SENDANG LAWE sampai GEGER, pernah jalan 10 km waktu tempuh kostum saka.
banyak bgt pengalaman ku yang sudah kujalani. mungkin blog ini tidak bisa menampung semua my experience. sekian pengalaman dari ku. makasih udah mau membacanya. ini pengalaman ku mana pengalammu :) ???
berhubung cita-cita ku pengen bgt jadi pengabdi negara. maka dari itu aku punya banyak pengalaman tentang tantangan, pencinta alam juga.
seperti :
1. Ikut ekstra GECC, Pramuka, dan Saka Bhayangkara.
Pengalaman ku ikut ekstra GECC itu mungkin pengen banget bisa fasih bahasa Inggris. dalam hal lain dikarenakan POLRI atau POLWAN itu juga butuh orang yang fasih dalam bahasa Inggris. dari hal itu gue mulai masuk ekstra English Club. setelah masuk aku belajar bahasa Inggris dan alhamdulillah dapat pengalaman dan nilai bahsa Inggris bagus. senang sekali rasanya. semoga dari kegiatan-kegiatan GECC seperti specch contest/ story telling yang baru-baru ini dilaksanakan dapat mengambil ilmu dan pelajaran pengalaman yang banyak dan bermanfaat.
Pengalamanku ikut ekstra PRAMUKA dikarenakan pertama cuman ikut-ikut aja, pengen nyoba kehidupan menuju kemandirian. setelah ikut kegiatan terus menerus dan kegiatan itu menantang aku suka dan semakin suka dengan kegiatan itu seperti waktu pembantaraan. memang tak mudah berjalan menelusuri hutan dengan hanya membawa senter dan kompas. masuk menelusuri hutan tanpa ada orang yang membinbing. pertama awal sebelum berangkat ya sudah persiapan. dalam hutan waktu itu juga hujan untung gak ada anjing atau apa gitu. cuman ada sih ayam hutan yang suaranya aga merinding didengar. ada juga pengalamku dari kegiatan GELLANG 14/15 sekaresidenan Madiun. lomba ini yang ngikutin adek-adek penggalang. peserta diambil dari SMP/MTS sekaresidenan Madiun. Lomba ini menguras habis-habisan tentang Pramuka. dari hal ini saya tahu lebih jauh gimana indanhnya Pramuka itu. lebih banyak juga pengalaman PBB'nya. ada bnyak nsebenarnya pengalaman dari Pramuka tetapi aku ngglk mengkin menumpahkan semua keblog ini.
Pengalaman ikut Saka Bhayangkara Polres Madiun. banyak banget pengalaman ku yang berasal dari saka ini. dari manja sekarang jadi mandiri, dari bergantung bgt sama ortu sekarang bisa ngerjain sendiri, dari ngalem menjadi orang tegas, dari pendiem jadi orang yang supel biasanya banyak ngomong, dari sakit-sakitan sekarang selalu menjadi orang yang sehat. dulu itu aku gak kuat Upacara, setiap upacara pasti sakit. tipsnya gampang kok, sebeleum upacara minum dulu, abis itu jika udh dilaksanaain upacar kok merasa agak pusing gerakkin aja jari-jari kaki sama jari tangan. pencet-pencet antar jari tangan pasti kuat kok. alhamdulillah berhasil. terus setiap minggu itu pasti sarapannya set (sit up, back up dan push up). dari hal itu dapat menurunkan BB. dulu waktu aku jadi junior udh biasa dikayakin gitu sampek perut ku udh sispek dan lumayan kurus. tapi setelah jadi senior gendut lagi deh gara-gara gak pernah di set'in. terus disaka itu setiap 3 bulan sekali kemah. dan kemah nya itu bukan kategori biasa-biasa saja tapi luar biasa. apa lagi kemah besar SAKA BHAYANGKARA terkenal beratnya. tapi jangan takut pasti bisa kok melewati semua hal itu asalkan jangan pernah jatuh ketika tersandung kerikil.
2. Ikut OSIS di SMP
3. Ikut LINTAS ALAM NAPAK TILAS SAKA WIRAKARTIKA ROUTE GERILYA JENDERAL SOEDIRMAN di Ponorogo (15km)
4. Ikut Olimpiade waktu SMP n SMA
5.Pengen bgt jadi PASKIBRA dan pengen punya pacar PASKIBRA juga
6. pernah jalan menuju ke TELAGA NGEBEL, jalan dari SENDANG LAWE sampai GEGER, pernah jalan 10 km waktu tempuh kostum saka.
banyak bgt pengalaman ku yang sudah kujalani. mungkin blog ini tidak bisa menampung semua my experience. sekian pengalaman dari ku. makasih udah mau membacanya. ini pengalaman ku mana pengalammu :) ???
Membedah Isi Pantun. Apa Sih Sebenarnya Pantun itu ??? ... dan isi di dalamnya itu apa ??? """
Minggu, 16 November 2014
Posted by Unknown
Membedah Isi Pantun. Apa Sih Sebenarnya Pantun itu ??? ... dan isi di dalamnya itu apa ??? """
1.
Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam
masyarakat. Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Lazimnya pantun
terdiri atas empat larik(atau empat baris bila dituliskan), bersajak ab-ab
ataupun aa-aa. Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang
dijumpai juga pantun yang tertulis. Secara struktur pantun terdiri dari
sampiran dan isi.
Menurut Wikipedia : Pantun merupakan salah satu jenis puisi
lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun berasal
dari kata patuntun dalam bahasa
Minangkabau yang berarti "petuntun". Dalam bahasa Jawa,
misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal
sebagai paparikan, dan dalam bahasa
Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa).
2.
Struktur Pantun : Menurut Sutan Takdir Alisjahbana
fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar
memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan.
3.
Ciri-ciri Pantun :
1.
Berisi empat
baris
2.
Masing-masing
baris terdapat 8-12 suku kata
3.
Baris
pertama dan kedua sampiran
4.
Baris ketiga
empat berupa isi
5.
Bersajak
a-b-a-b
4.
Ciri Bahasa
Pantun :
2. Bersajak abab
3. Isinya singkat, padat, dan bermakna
5. Peran pantun
Sebagai
alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir
tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif,
bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.
Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang
kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun
biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan
bermain-main dengan kata.
Namun,
secara umum peran sosial pantun
adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.
Pantun bagi remaja yang disebut pantun orang muda/remaja ini adalah pantun
untuk remaja baik laki-laki maupun perempuan yang dipakai untuk menyampaikan
sesuatu, perkenalan dan lain-lain. Pada dasarnya pantun orang muda ini lebih
digunakan untuk perkenalan dan untuk orang yang sudah menjalin hubungan.
6.
Jenis-Jenis Pantun : (beserta contohnya)
1.
Pantun Adat
Pohon nangka
berbuah lebat
Bilalah
masak harum juga
Berumpun
pusaka berupa adat
Daerah
berluhak alam beraja
Menanam kelapa
di pulau Bukum
Tinggi sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah
2.
Pantun Agama
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa
Asam kandis asam
gelugur
Ketiga asam si riang-riang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang
3. Pantun Budi
Anak angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Hilang bahasa karena emas
Hilang budi karena miskin
Ayam jantan si ayam jalak
Jaguh siantan nama diberi
Rezeki tidak saya tolak
Musuh tidak saya cari
4. Pantun Jenaka
Pantun Jenaka adalah pantun yang bertujuan untuk menghibur
orang yang mendengar, terkadang dijadikan sebagai media untuk saling menyindir
dalam suasana yang penuh keakraban, sehingga tidak menimbulkan rasa
tersinggung, dan dengan pantun jenaka diharapkan suasana akan menjadi semakin
riang.
Limau purut di tepi rawa,
buah dilanting belum masak
Sakit perut sebab tertawa,
melihat kucing duduk berbedak
jangan suka makan mentimun
karna banyak getahnya
hai kawan jangan melamun
melamun itu tak ada gunanya
5. Pantun Kepahlawanan
Pantun kepahlawanan adalah pantun yang isinya berhubungan
dengan semangat kepahlawanan
Hang Jebat Hang
Kesturi
Budak-budak raja Melaka
Jika hendak jangan dicuri
Mari kita bertentang mata
Kalau orang menjaring ungka
Rebung seiris akan pengukusnya
Kalau arang tercorong kemuka
Ujung keris akan penghapusnya
6.
Pantun Kias
Ayam sabung
jangan dipaut
Jika
ditambat kalah laganya
Asam di
gunung ikan di laut
Dalam
belanga bertemu juga
Berburu ke padang
datar
Dapatkan
rusa belang kaki
Berguru
kepalang ajar
Bagaikan
bunga kembang tak jadi
7.
Pantun Nasihat
Parang ditetak ke batang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu
Padang temu padang baiduri
Tempat raja membangun kota
Bijak bertemu dengan jauhari
Bagaikan cincin dengan permata
8.
Pantun Percintaan
Jangan suka bermain tali
Kalau tak ingin terikat olehnya
Putus cinta jangan disesali
Pasti kan datang cinta yang lainnya
Coba-coba menanam mumbang
Moga-moga tumbuh kelapa
Coba-coba bertanam sayang
Moga-moga menjadi cinta
9. Pantun Peribahasa
Ke hulu memotong pagar
Jangan terpotong batang durian
Cari guru tempat belajar
Jangan jadi sesal kemudian
Kerat kerat kayu di ladang
Hendak dibuat hulu cangkul
Berapa berat mata memandang
Barat lagi bahu memikul
10. Pantun Perpisahan
Kalau ada sumur di ladang
Bolehlah kita menumpang mandi
Kalau ada umurku panjang
Bolehlah kita bertemu lagi
11. Pantun teka-teki
Tugal padi jangan bertangguh
Kunyit kebun siapa galinya
Kalau tuan cerdik sungguh
Langit tergantung mana talinya?
Beras ladang sulung tahun
Malam malam memasak nasi
Dalam batang ada daun
Dalam daun ada isi
Terima Kasih Atas Kunjungannya. jgn lupa tinggalkan komen anda .. MAKASIH :) ...


